KEMAS ULANG INFORMASI DAN TANTANGANNYA BAGI PUSTAKAWAN

KEMAS ULANG INFORMASI DAN TANTANGANNYA BAGI PUSTAKAWAN

KEMAS ULANG INFORMASI DAN TANTANGANNYA BAGI PUSTAKAWAN
Ditulis Oleh : AFRINA NAULI LUBIS, S.Sos

Kemas Ulang Informasi

Kemas ulang informasi (Information Repackaging) adalah mengemas informasi kembali, atau mengubah dari satu bentuk informasi ke bentuk lainnya. Kemas ulang informasi mengubah media satu ke media lain misalnya kertas, digital, pita magnetik, mikrofis, DVD. Kemas ulang informasi bisa berupa perubahan bahasa satu ke bahasa lain, misalnya terjemahan, intepretasi, dan bisa pula berupa perubahan fungsi seperti revisi, ringkasan, analisis, risalah, bahkan anotasi.

Sebelum melakukan kegiatan kemas ulang ini kita perlu mengetahui ciri-ciri dari informasi itu sendiri yaitu:

  1. Faktual vs analitik
  2. Obyektif dan subyektif
  3. Informasi terkini dan informasi historis
  4. Ilmiah vs populer
  5. Informasi primer vs sekunder

Tujuan dilakukan kemas ulang informasi antara lain: menyajikan informasi dalam bentuk kemasan yang lebih dapat diterima pemakai secara langsung dan mudah dimengerti isinya; menyediakan informasi dengan cara meringkas dan mensintesa data atau penelitian; menyediakan sarana dan panduannya; mengumpulkan informasi mutakhir; serta mereview atau meninjau berbagai literalur dan dokumen. Sedangkan fungsi kemas ulang informasi adalah:

  1. Sarana pendokumentasian informasi
  2. Sarana memilih informasi yang bermanfaat bagi pemustaka secara sistematis
  3. Sarana penyajian dan alih informasi yang lebih ekstensif
  4. Alat terjemahan
  5. Peluang untuk menerapkan hasil penelitian
  6. Sarana penyajian informasi relevan secara langsung

Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi kegiatan kemas ulang informasi yaitu:

  • Produk yang inovatif dan layak jual
  • Pemasaran
  • Administrasi dan pengiriman yang baik dan cepat
  • Kelancaran Ketersediaan sumber informasi dan sarana yang berupa akses dalam dan luar negeri serta perangkat komputer
  • Kerjasama dan koordinasi dengan unit terkait

Kemasan ulang informasi berupa kumpulan karya tulis ilmiah peneliti diharapkan dapat memberikan manfaat yang dilihat dari sudut pandang peneliti, pemustaka, dan pustakawan.

Manfaat bagi peneliti :

  1. Sebagai data untuk mengetahui jumlah karya tulis ilmiah yang sudah dihasilkan.
  2. Sebagai bahan referensi yang menunjang kegiatan penelitian.
  3. Sebagai bukti eksistensi serta menunjukkan kepakarannya pada disiplin ilmu tertentu.

Manfaat bagi pemustaka :

  1. Sebagai rujukan atau referensi aktual karena informasi yang terkemas memudahkan pemustaka dalam memperoleh nformasi secara akurat dalam waktu yang relatif singkat karena informasi sudah tersaji sesuai kebutuhan pemustaka.

Manfaat bagi pustakawan:

  1. Sebagai media bantu bagi pustakawan dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada pemustaka di bidang penelusuran informasi.
  2. Sebagai alat untuk mempermudah penyebaran, pengelolaan dan untuk komunikasi.

Jenis Kemasan Informasi

Secara garis besar jenis kemasan informasi yaitu : Media tercetak, seperti Brosur, Newsletter, Poster, Buku saku, Petunjuk teknis, Buku pedoman, Prosiding, Indeks Majalah, Indeks Artikel, Kumpulan Artikel Terpilih, Bibliografi, dan bentuk publikasi terseleksi lainnya. Media elektronis, dalam bentuk AudioVisual seperti dalam bentuk Audio-Video Cassette, CD- Interaktif, VCD, DVD, dan bentuk lainnya. Pangkalan data baik lokal maupun Online.

Tantangan Bagi Pustakawan

Berbagai sumber informasi yang ada di perpustakaan dapat dikemas sebaik dan semenarik mungkin. Harapannya adalah agar menyenangkan dan mengundang pengguna datang lagi ke perpustakaan untuk memanfaatkan informasi yang ada. Pustakawan harus aktif mencoba mengerjakan dengan mencari spesifikasi informasi sesuai yang dibutuhkan pengguna. Informasi yang di kemas tidak saja mempercantik kemasan informasi yang akan disajikan, tetapi juga memudahkan pengguna dalam memperoleh informasi. Setelah tertarik pada kemasan luarnya, biasanya pengguna akan tertarik untuk mengetahui lebih lanjut informasi yang terkandung di dalamnya.

Pustakawan Sebagai Pengemas Informasi

Pustakawan merupakan komponen terpenting dan sangat berperan dalam kegiatan kemas ulang informasi dibandingkan dengan komponen dalam sarana dan prasarana lainnya. Pustakawan harus mengenali terlebih dahulu karakter pengguna sebelum menentukan format layanan kemas ulang yang akan diberikan. Jangan hanya berpedoman yang penting melayani dan hanya mengukur kepuasan dari diri pustakawan. Pustakawan hendaknya tidak hanya terbelenggu dengan rutinitas kerja yang monoton dan hanya sesuai yang tertulis pada aturan jabatan fungsional saja. Jika kegiatan kemas ulang informasi dilakukan sebaik mungkin, maka akan dapat memberikan dampak ekonomis dan nilai jual bagi perpustakaan kita.

DAFTAR PUSTAKA

Fatmawati, Endang. Kemas Ulang Informasi: Suatu Tantangan Bagi Pustakawan. http://pustakawan.perpusnas.go.id/jurnal/2014/KEMAS%20ULANG%20INFORMASI-%20SUATU%20TANTANGAN%20BAGI%20PUSTAKAWAN.pdf diakses pada 13 april 2018 pukul 13.00

Pebrianti, Yeni. 2015. Kemas Ulang Informasi: Kumpulan Karya Tulis Ilmiah Peneliti Di Lingkup Balai Penelitian Dan Pengembangan Budidaya Air Tawar Bogor. Bogor : Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar. Diakses dari http://ejournalbalitbang.kk,go.id/index.php/JP/article/download/131/129 pada 13 april 2018 pukul 20.23 wib

Tupan. 2015. Kemas Ulang Informasi Untuk Pemenuhan Kebutuhan Informasi Usaha Kecil Menengah: Tinjauan Analisis Di Pdii-Lipi. BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi. Diakses dari http://portalgaruda.org diakses pada 13 april 2018 pukul 20.45 wib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *