Talkshow Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara bersama Duta Baca Indonesia (Najwa Shihab)

Talkshow Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara bersama Duta Baca Indonesia (Najwa Shihab)

Medan- Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI turut mengundang Duta Baca Indonesia Najwa Shihab. Dalam Talkshow yang diadakan di Hotel Grand Antares (15/03/2019) dengan tema “ Literasi Milenial di Era Digital Terhadap Informasi dan Berita Hoax”. Dalam kegiatan talkshow tersebut Najwa Shihab berbagi pengalaman tentang bagaimana meningkatkan minat baca, sesuai dengan taglinenya “Buku adalah sebaik-baik sahabat” . Dalam kesempatan ini Najwa Shihab juga membagi tips dalam menyikapi berita/informasi hoax di era digital saat ini. “ Dimana mengidentifikasi berita yang dibaca, melalui sosial media termasuk berita hoax atau tidak kita harus teliti dalam membaca. Sebelum share berita cermati dulu judulnya mengandung unsur provokatif atau tidak” ujar Najwa Shihab.

Sementara itu Kepala Bidang Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca dari Perpustakaan Nasional RI, Drs. Deni Kurniadi, M.Hum menjelaskan bahwa dalam rangka meningkatkan budaya baca masyarakat telah banyak melaksanakan kegiatan diantaranya adalah pemilihan duta baca Indonesia sejak tahun 2006. Adapun duta baca yang pertama adalah Tantowi Yahya(2006-2010) yang memiliki taqline “Ibuku perpustakaan pertamaku”, dilanjutkan oleh Andi F. Noya (2011-2015) dengan taqline “Buku langkah pertamaku menggapai cita-cita” dan  sekarang adalah Najwa Shihab (2016-2020) dengan taqline “Buku sebaik-baiknya sahabat”.

Pada talkshow ini Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, Ferlin H. Nainggolan mengatakan berita yang dibaca cermati dulu sumbernya terpercaya atau tidak. Berita yang bersifat fakta tentunya ada bukti dengan sifat yang objektif, sedangkan opini dari penulis bersifat subjektif. Kemudian adanya kegiatan perpustakaan yang melibatkan masyarakat atau kegiatan pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang sekarang lagi digalakkan akan menjadikan perpustakaan menjadi satu-satunya rujukan masyarakat untuk mencari informasi yang valid.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *