Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara

PUSTAKAWAN DAN ANGKA KREDIT

PUSTAKAWAN DAN ANGKA KREDIT
PUSTAKAWAN DAN ANGKA KREDIT

Oleh: ERITA . S.Sos.

A. Pendahuluan

Di tengah kesibukan pelbagai pekerjaan dan prosedur yang berlangsung dalam sebuah perpustakaan, berdirifah sebagai “ central figure “seorang Pustakawan. Semakin banyak jumlah dan jenis sumber informasi dan informasinya itu yang harus diproses, Semakin canggihnya alat-alat komunikasi yang harus di kuasai dan semakin banyaknya masyarakat pengguna informasi, pekerjaan pengelolaan perpustakaan tidak mungkin dilaksanakan oleh sembarang orang dengan cara serampangan saja. Pengelolaan perpustakaan semacam itu memerlukan keahlian khusus yang dapat diperoleh melalui pendidikan.

Kalau kita kaitkan fungsi seorang pustakawan dengan pelbagai perubahan/ kemajuan yang terjadi dalam dunia perpustakaan, maka dapat kiranya disamakan dengan jabatan guru. Ini tugas dan fungsi tersebut telah berubah. Sekarang guru berfungsi sebagai motivator, fasilitator, evaluator, dan sebagai salah satu sumber belajar. Demikian pula tugas Pustakawan, berkembang semakin kompleks dalam menghadapi canggihnya teknologi yang diperlukan dalam profesi Pustakawan walaupun tujuan akhir adalah tetap sama yaitu sesuatu yang bersifat sosial untuk mengadakan dan memanfaatkan fasilitas komunikasi antar manusia bagi masyarakat. Itulah sebabnya mengapa dalam menghadapi perkembangan yang sangat pesat di bidang informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi seorang pustakawan tak henti-hentinya harus mengikuti dengan kegiatan belajar, mengadakan test dan re-test serta kegiatan ilmiah yang lain agar selalu dapat bekerja secara up to date dalam melayani masyarakat akan informasi dipelbagai bidang dengan tepat, cepat, dan mudah.

B. Pengertian

  1. Pustakawan adalah Pejabat Fungsional yang berkedudukan sebagai pelaksana penyelenggara tugas utama kepustakawanan pada unit-unit Perpustakaan, Dokumentasi, dan Informasi (Perpusdokinfo) pada instansi pemerintah dan atau unit tertentu lainnya.
  2. Jabatan Fungsional Pustakawan adalah jabatan karir yang dapat diduduki oleh yang telah berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil.
  3. Kepustakawanan adalah ilmu dan profesi di bidang Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi (Perpusdokinfo).
  4. Unit Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi (Perpusdokinfo) adalah unit kerja yang memiliki Sumber Daya Manusia, ruangan khusus dan koleksi bahan pustaka sekurang-kurangnya 1.000 (seribu) judul dari berbagai disiplin ilmu yang sesuai dengan jenis perpustakaan yang bersangkutan dan dikelola menurut sistim tertentu.
  5. Perpustakaan Tingkat Terampil adalah pustakawan yang memiliki dasar pendidikan untuk pengangkatan pertama kali serendah-rendahnya Diploma II (D II) Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi atau Diploma bidang lain yang disetarakan.
  6. Perpustakaan Tingkat Ahli adalah pustakawan yang memiliki dasar pendidikan untuk pengangkatan pertama kali serendah-rendahnya Sarjana Strata 1 (S1) Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi atau Sarjana bidang lain yang disertakan.
  7. Tim penilai angka kredit adalah tim penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang untuk membantu dalam penetapan angka kredit pustakawan.
  8. Angka kredit adalah, angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh seorang Pustakawan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat.
  9. Pekerjaan kepustakawanan adalah kegiatan utama dalam lingkungan unit Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi (Pusdokinfo) yang meliputi kegiatan pengadaan, pengolahan dan pengelolaan bahan pustaka/sumber informasi, pendayagunaan dan pemasyarakatan informasi, baik dalam bentuk karya cetak, karya rekam maupun multi media, serta kegiatan pengkajian atau kegiatan lain untuk pengembangan Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi (pusdokinfo) termasuk pengembangan profesi.

C. Jabatan Fungsional Pustakawan

Jabatan Fungsional Pustakawan dibedakan dalam 2 (dua) kelompok yaitu Pustakawan Tingkat Terampil dan Pustakawan Tingkat Ahli.

Jabatan Pustakawan Tingkat Terampil terdiri dari 3 (tiga) jenjang jabatan dan 7 (tujuh) jenjang kepangkatan, sedangkan Jabatan Pustakawan Tingkat Ahli terdiri dari 4 (empat) jenjang jabatan dan 9 (sembilan) jenjang kepangkatan. Jenjang jabatan dan kepangkatan Jabatan Fungsional Pustakawan Tingkat Terampil dan Pustakawan Tingkat Ahli dapat dijabarkan sebagai berikut:

No

Jabatan Pangkat

Gol/Ruang

1 Pustakawan Tingkat Terampil
a.     Pustakawan Pelaksanab.     Pustakawan Pelaksana Lanjutanc.     Pustakawan Penyelia
Pengatur Muda Tk I
Pengatur
Pengatur Tk IPenata Muda
Penata Muda Tk.IPenata
Penata Tk I
II/b
II/c
II/dIII/a
III/bIII/c
III/d
2 Pustakawan Tingkat Ahli

a.     Pustakawan Pertama

 

b.     Pustakawan Muda

 

c.     Pustakawan Madya

 

 

d.     Pustkawan Utama

 

 

 

Penata Muda

Penata Muda Tk.I

Penata

Penata Tk I

Pembina

Pembina Tk I

Pembina Utama Madya

Pembina Utama Madya

Pembina Utama

 

 

III/a

III/b

III/c

III/d

IV/a

IV/b

IV/c

IV/d

IV/e

D. Tugas Pokok Pustakawan

Tugas pokok yang wajib dilaksanakan oleh setiap Pustakawan sesuai jenjang jabatannya adalah sebagai berikut:

  1. Tugas Pokok Pustakawan Tingkat Terampil meliputi:
  • Pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka/sumber informasi;
  • Pemasyarakatan Perpusdokinfo;
  • Pengembangan profesi;

2. Tugas Pokok Pustakawan Tingkat Ahli meliputi:

  • Pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka/sumber informasi;
  • Pemasyarakatan Perpusdokinfo;
  • Pengkajian pengembangan Perpusdokinfo;
  • Pengembangan profesi.

E. Angka Kredit Pustakawan

Kegiatan yang dinilai dalam pemberian Angka Kredit bagi Pustakawan meliputi Unsur Utama dan Unsur Penunjang.

  1. Unsur Utama yang dinilai terdiri dari:
  • Pendidikan;
  • Pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka/sumber informasi;
  • Pemasyarakatan Perpusdokinfo;
  • Pengkajian pengembangan Perpusdokinfo;
  • Pengembangan profesi.

2. Unsur Penunjang yang dinilai adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Pustakawan  seperti mengajar, mengikuti seminar, memperoleh penghargaan, menjadi anggota organisasi profesi dan lain-lain.

Angka Kredit bagi Pustakawan diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh seorang Pustakawan dalam mengerjakan bukti rincian kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat.

Angka Kredit kumulatif yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam Jabatan Pustakawan adalah berasal dari Unsur Utama, sedangkan untuk kenaikan jabatan/pangkat bagi Pustakawan Tingkat Terampil dan Pustakawan Tingkat Ahli sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen) Angka Kredit berasal dari Unsur Utama dan sebanyak-banyaknya 20% (dua puluh persen) Angka Kredit berasal dari Unsur Penunjang.

Agar para pejabat fungsional pustakawan dapat memperoleh Angka Kredit secara berkelanjutan, dapat dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Dalam melakukan beberapa kegiatan, usahkan pekerjaan dapat digilir atau dirotasi, sehingga setiap Pustakawan dapat memperoleh porsi pekerjaan sesuai dengan pangkat/golongannya “Sarang Tawon”.
  2. Pustakawan dapat memperluas lahan kegiatan dengan membantu mengelola perpustakaan lain di luar instansinya, misalnya perpustakaan Mesjid atau tempat peribadatan lain, Perpustakaan Umum, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Khusus melalui prosedur administrasi.

Untuk pemberian Angka Kredit pendidikan formal perpustakaan berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005 tentang perubahan atas ketentuan Lampiran II Keputusan Menpan Nomor 132/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya, nilai Angka Kredit yang diberikan untuk:

  1. Ijazah Si dinilai 100 Angka Kredit (sebelumnya 75 AK)
  2. Ijazah S2 dinilai 150 Angka Kredit (sebelumnya 100 AK)
  3. Ijazah S3 dinilai 200 Angka Kredit (sebelumnya 150 AK)

Sedangkan untuk ijazah Sarjana Muda dan Diploma pada Keputusan Menpan Nomor 132/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya, atas ketentuan Lampiran I tidak ada perubahan, nilai Angka Kredit yang diberikan:

  1. Ijazah D3 dan Sarjana Muda dinilai 60 Angka Kredit
  2. Ijazah D2 dinilai 40 Angka Kredit

F. Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Pustakawan

Untuk dapat diangkat dalam Jabatan Fungsional Pustakawan harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan Keputusan Menpan Nomor 132/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya bahwa persyaratan untuk dapat diangkat dalam Jabatan Fungsional Pustakawan adlah sebagai berikut:

  1. Untuk Jabatan Pustakawan Tingkat Terampil harus:
  • Berijazah serendah-rendahnya D2 Perpusdokinfo atau Diploma bidang lain
  • Bagi D2 bidang lain harus mengikuti Diklat Calon Pustakawan Tingkat Terampil (CPTT)
  • Serendah-rendahnya menduduki pangkat Pengatur Muda Tk I golongan ruang
  • Bertugas pada Unit Perpusdokinfo sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut turut
  • Setiap unsur Penilai Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

2. Untuk Jabatan Pustakawan Tingkat Ahli harus:

  • Berijazah serendah-rendahnya Si Perpusdokinfo atau Si bidang lain
  • Bagi si bidang lain harus mengikuti Diklat Calon Pustakawan Tingkat Ahli (CPTA)
  • Serendah-rendahnya menduduki pangkat Penata Muda golongan ruang III/a
  • Bertugas pada Unit Perpusdokinfo sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut turut
  • Setiap unsur Penilai Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

Di samping persyaratan tersebut di atas, pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Pustakawan harus pula berdasarkan formasi Jabatan Pustakawan yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan jumlah Angka Kredit minimal yang ditetapkan untuk jenjang jabatan/pangkatnya serta usia setinggi-tingginya 51 (lima puluh satu) tahun sebelum mencapai pensiun berdasarkan jabatan terakhir.

G. Penilaian Angka Kredit

Untuk penilaian Angka Kredit Pustakawan, setiap Pustakawan diwajibkan mencatat/menginventarisasikan seluruh kegiatan yang dilakukan. Penilaian dan penetapan Angka Kredit Pustakawan dilakukan sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam satu tahun yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil (April dan Oktober).

Dalam penilaian Angka Kredit Pustakawan, jumlah Angka Kredit kumulatif yang harus dipenuhi untuk kenaikan jabatan/pangkat perbandingan Angka Kredit antara Unsur Utama dan Unsur Penunjang adalah sebagai berikut:

  1. Unsur Utama sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen)
  2. Unsur Penunjang sebanyak-banyaknya 20% (dua puluh persen)

Dalam melaksanakan tugas, pustakawan dapat melakukan kegiatan satu tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatannya setelah mendapat surat penugasan dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan (tugas limpah). Pustakawan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya, Angka Kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari setiap Angka Kredit butir kegiatan yang dilakukan dengan melampirkan Surat Tugas Limpah.

Untuk penilaian karya tulis/karya ilmiah di bidang Perpusdokinfo, pembagian Angka Kreditnya ditetapkan sebagai berikut:

  1. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama
  2. 40% (empat puluh persen) bagi penulis pembantu. (jumlah penulis pembantu sebanyak-banyaknya terdiri dari 3 (tiga) orang) H.

I. Alih Jalur (Penyesuaian Ijazah)

Pustakawan Tingkat Terampil dapat beralih ke jabatan Pustakawan Tingkat Ahli setelah yang bersangkutan lulus S1 Bidang Perpusdokinfo atau Si bidang lain ditambah mengikuti dan lulus Diklat Pustakawan Tingkat Ahli (Alih Jalur).

M. Tunjangan Jabatan Fungsional Pustakawan

Dalam peraturan Presiden RI Nomor 71 Tahun 2013 tertanggal 12 Nopember 2013 tentang tunjangan Jabatan Fungsional Pustakawan adalah tunjangan Jabatan Fungsional yang diberikan kepada PNS yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalam Jabatan Fungsional Pustakawan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

JABATAN FUNGSIONAL JENJANG JABATAN BESARNYA TUNJANGAN
 

 

 

PUSTAKAWAN

Pustakawan Utama Rp 1.300.000,00
Pustakawan Madya Rp 1.100.000,00
Pustakawan Muda Rp 800.000,00
Pustakawan Pertama Rp 520.000,00
Pustakawan Penyelia Rp 700.000,00
Pustakwan Pelaksana Lanjutan Rp 420.000,00
Pustakwan Pelaksana Rp 350.000,00

JABATAN FUNGSIONAL JENJANG JABATAN BESARNYA TUNJANGAN Pustakawan Utama Pustakawan Madya Pustakawan Muda Rp. 1.300.000,00 Rp. 1.100.000,00 Rp. 800.000,00 Rp. 520.000,00 Pustakawan Pertama Pustakawan Rp. 700.000,00 Pustakawan penyelia Pustakawan Pelaksana Lanjutan Rp. 420.000,00 Pustakawan Pelaksana Rp. 350.000,00

Daftar Pustaka

  1.  Keputusan Menpan Nomor 132/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI, 2006.
  2. Keputusan Bersama Kepala Perpustakaan Nasional RI dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 23 Tahun 2003 dan Nomor 21 Tahun 2003. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI, 2006.
  3. Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 2 Tahun 2008 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI, 2009.
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on google
Google+
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Our Related Posts

Related Posts

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top