Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara

Resensi Buku “Basuki Abdullah : Sang Hanoman Keloyongan”

Judul                            :  Basuki Abdullah : Sang Hanoman Keloyongan

Penulis                         :  Agus Dermawan T

Editor                           :  Alpha Hambally

Penerbit                       :  KPG ( Kepustakawanan Populer Gramedia

Tempat Terbit            :  Jakarta

Tahun Terbit              :  2023

Jumlah Halaman      :  386

ISBN                            :  978 – 623 – 134 – 037 –  5 ( Cetak )

978 – 623 – 134 – 038 – 2 (Digital)

Harga                          :  P. Jawa Rp. 240. 000,-

Penulis Resensi         :  Cinta Ulina Barus, S. Sos

Isi Resensi :

Buku ini membahas tentang kehidupan seorang seniman besar Indonesia abad ke – 20 Basoeki Abdullah ( 1915 – 1993) yang terkenal ke seluruh pelosok dunia dengan seribu drama kehidupan. Perjalanan kariernya banyak menuai angin topan, ia dipuji sekaligus dikritik banyak orang, hidupnya berakhir teragis di suatu malam kelam penghujung tahun1993. Hampir separuh umur Basoeki Abdullah digunakan untuk menggembara dan berkarya di luar negeri. Ia menyebut dirinya sebagai “ Hanoman Keloyongan” atau Hanoman yang keluyuran kemana – mana dan ada di mana – mana

Buku ini menceritakan perjalanan hidup Basoeki Abdullah, termasuk cinta, pernikahan serta hubungan mesranya dengan Nyai Roro Kidul. Penulis buku ini Agus Dermawan T merupakan kritikus seni peran peraih berbagai penghargaan yang bergaul erat dengan Basoeki Abdullah selama 15 tahun. Buku ini cetakan kedua, cetakan pertama terbit tahun 2015 bertepatan dengan 100 Tahun Basoeki Abdullah. Sebagai cetakan kedua buku ini bersifat revisi dan pelengkap dari buku sebelumnya. Dicetakan kedua ini dilengakapi dengan foto dokumentasi, riwayat hidup serta foto lukisan, membuat buku ini berbeda dari buku sebelumnya. Penulis menyusun buku berdasarkan hasil wawancara langsung dengan Alm. Basoeki Abdullah serta dengan keluarga dan saudara terdekat ditambah dengan tinjauan pustaka dari beberapa judul buku yang berhubungan dengan Basoeki Abdullah.

Basoeki Abdullah lahir di Solo, 27 Januari 1915 hasil pernikahan Abdullah Suriosubroto dengan Raden Ayu Sukarsih, istri kedua Abdullah. Sukarsih ibu Basoeki merupakan keturunan Kasunanan  Solo yang memperoleh gelar keningratan Raden Nganten Ngadiasih. Basuki anak kedua, kakaknya Sudjono Abdullah sementara ketiga adiknya Tridjoto Abdullah, Katri Abdullah dan Legowo Abdullah. Ayah Basoeki Abdullah adalah seorang pelukis naturalis yang mencatat nama tebal dalam sejarah seni lukis Indonesia, ibunya seorang pembatik yang andal. Basoeki Abdullah merupakan cucu dari tokoh pergerakan nasional Inonesia Dr.Wahidin Sudirohusodo.

Riwayat pendidikan dan pernikahan Basoeki Abdullah, tahun  1907 mengikuti sekolah kesehatan di Belanda, tahun 1934 siswa tidak resmi di Academie Van Beeldende Kusten (ABK) Den Haag, dan ditahun 1935 diterima  resmi sebagai siswa ABK Den Haag dan menyelesaikan pendidikannya di tahun 1937.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Academie Van Beeldende Kusten ABK Den Haag di tahun yang sama menikah dengan Josephine, tahun 1938 dikarunia putri pertama dan di beri nama Saraswati. Tahun 1941 Basoeki Abdullah bercerai dengan Josephine dan di tahun 1944 menikah dengan Maria Michel (Maya) di Amesterdam bercerai di tahun 1956 setelah itu menikah lagi dengan Somwang Noi dan bercerai di tahun 1961, setahun kemudian menikah kembali dengan finalis kontes ratu kecantikan Nataya Nareerat di tahun 1972 anak mereka lahir di Bangkok diberi nama Sindhawati.

Riwayat Karier Basoeki Abdullah , Riwayat karier melukis Basoeki Abdullah yang terkenal sampai ke manca negara yang dikenal seniman dengan 1000 drama. Sejak Tahun 1936  sampai 1993 Basuki Abdullah telah menggelar sekitar 60 kali pameran tunggal. Dan dilakukan di Batavia, Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Semarang, Medan, Amesterdam, Amersfoot, Den Haag, Apeldroorn, London, Lisboa, Pnom Penh, Bangkok, Tokyo, Singpura, Roma, Kuala Lumpur, Bandar Sri Bengawan dan sebagainya.  Karyanya sering diikutkan dalam berbagai pameran bersama, sebagai seorang seniman pelukis beliau sudah mengunjungi tak kurang dari 50 negara di 5 benua.

Penulis menyusun buku ini kedalam 7 Tujuh) Bagian,  masing – masing bagian di bagi kedalam sub – bagian, yang mencerita tentang kehidupan Basoeki Abdullah.  Adapun pembagian  dari buku ini sebagai berikut :

Bagian 1

Dari Kurungan Lompat ke Kautan

* Masa depan dan kurungan ayam

* Murid bandel penggemar sejarah

* Menjadi Rahwana, apa salahnya

* Di pantai Parangtritis drama di mulai

* Bandung membawa untung

Bagian 2

Menatap Fakta, Menangkap Fiksi

* Den Haag, aku datang !

* Josephine, ik hou van je …

* Ada apa dengan Basoeki – Sukarno ?

* Meluki Ratu Juliana

* Kecurigaan Maya dari meja bundar

* Menghimpun tema, memperkaya gaya

Bagiaan 3

Dalam Kelindan Para Dewi

* Duhai sirikit, hamba jatuh cinta

* Cahaya bening di panggung kontes

* Sang hanoman mulai keloyongan

* Basoeki dan bidadari telanjang

Bagian 4

Hiruk Pikuk 50 Tahun

* Hikayat lukisn Bunda Maria berkebaya

* Melukis apa saja dan siapa saja

*Venus dipuja, Ateng diburu

* Pameran yang mengejutkan republik

* Mengapa 50 tahun popular

Bagian 5

Setelah Hanoman Raib di Balik Awan

* Hanoman terbang ke langit

* Pelukis marginal mewariskan museum

* Perhatian nan mengharukan

* Seniman Ningrat bicara rakyat

Bagian 6

Seni Lukis Apadtasi, Pelukis Dinasti

* Sang maestro juga suka nyontek

* Penyanyi jaarbeurs jadi dukun lukisan

* Mengenal Abdullah Suriosubroto, Sudjono Abdullah dan Tridjoto Abdullah

* Melihat perbedaan dan kesamaan

Bagian 7

Galeri Lukisan Basoeki Abdullah

Kelebihan  : 

Buku ini disajikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan Sistimatika penulisannya sesuai dengan  ketentuan yang berlaku. Memiliki biliografi/daftar pustaka yang dapat mempermudah proses peninjauan ulang sumber  -sumber rujukan saat diperlukan. Menampilkan gambar/ilustrasi yang menarik sehingga tidak membosankan bagi pembaca, khususnya pembaca pemula.

Kekurangan : 

Kekurangan buku ini dari segi penjilidtan, menggunakan kertas buram sehingga mengurangi kesan esklusif.

Rekomendasi :

Buku ini sangat cocok di baca bagi pencinta seni khususnya seni lukis, khususnya mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di universitas jurusan seni lukis dapat menjadi memotivasi dalam menekuni bidang seni lukis.

Buku ini tersedia silakan di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, Jl. Brigjend Katamso No. 45 K Medan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on google
Google+
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Our Related Posts

Related Posts

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top