Sumber Foto : perpustakaan.vokasi.unair.ac.id

PERKEMBANGAN ERA DIGITAL PERPUSTAKAAN PADA ABAD MODERN

Perpustakaan adalah simbol kemajuan peradaban suatu negara. Indikator suatu negara maju dapat dilihat dari 3 aspek, yaitu perpustakaan, museum, dan alat transfortasi umum. Negara-negara maju baik yang berada di Benua Erofa maupun Benua Asia sangat memperhatikan 3 aspek tersebut. Bila dicermati perpustakaan-perpustakaan di negara maju tentu sangat berbeda dengan di negara berkembang. Negara yang sudah maju sangar konsen dengan perkembangan perpustakaan, sehingga dapat menciptakan perpustakaan yang mampu menjadi motor penggerak bagi kecerdasan suatu bangsa dan bahkan sudah menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Dengan tumbuhnya perpustakaan yang sangat lengkap dan canggih, yang menawarkan berbagai macam faslitas dan kenyamanan membuat perpustakaan menjadi pusat kajian pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

A. Pendahuluan

            Perpustakaan adalah simbol kemajuan peradaban suatu negara. Indikator suatu negara maju dapat dilihat dari 3 aspek, yaitu perpustakaan, museum, dan alat transfortasi umum. Negara-negara maju baik yang berada di Benua Erofa maupun Benua Asia sangat memperhatikan 3 aspek tersebut. Bila dicermati perpustakaan-perpustakaan di negara maju tentu sangat berbeda dengan di negara berkembang. Negara yang sudah maju sangar konsen dengan perkembangan perpustakaan, sehingga dapat menciptakan perpustakaan yang mampu menjadi motor penggerak bagi kecerdasan suatu bangsa dan bahkan sudah menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Dengan tumbuhnya perpustakaan yang sangat lengkap dan canggih, yang menawarkan berbagai macam faslitas dan kenyamanan membuat perpustakaan menjadi pusat kajian pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

            Best practice-nya adalah perpustakaan di Negara Sakura Jepang, yang telah melakukan program pengembangan perpustakaan dengan system “Inter Library Loan,” sehingga dengan sistem itu tidak ada gap antara perpustakaan di wilayah pedesaan dengan perpustakaan yang ada di wilayah perkotaan. Di sana yang namanya pemustaka sangat dimanjakan, di mana pemustaka  sekali pun datang ke perpustakaan di daerah terpencil dapat dengan mudah  memperoleh informasi/buku yang diinginkan tanpa susah payah harus pergi ke perpustakaan yang lebih lengkap, yang berada di wilayah perkotaan. Mengapa hal ini terjadi ? Karena di Negara Jepang system jaringan on-line  sudah sangat canggih, sehingga pemustaka dengan mudah untuk mendapatkan informasi/buku yang dicarinya. Kemudian in-line interlibrary juga telah disinergikan  dengan perkembangan perpustakaan modern yang berbasis digital, yang dikenal dengan isitilah e-library. Dengan program ini pemustaka tidak hanya dapat mengakses dengan mudah suatu informasi yang dicarii, tetapi juga dapat ikut aktif menulis artikel atau menyampaikan pendapat melalui e-library. Di samping itu semua layanan perpustakaan di Negara Jepang dilayankan secara gratis, kalau ada yang membayar tapi masih terjangkau oleh kalangan masyarakat paling bawah sekalipun.

            Ada aksioma yang menarik, yaitu dalil kelima, Ranganathan, seorang ahli fisika India, yang mengatakan  “ The library is a growing organism”, yang artinya bahwa perpustakaan secara metafora dapat dikatakan sebagai makhluk hidup akan selalu tumbuh dan berkembang. Dari asumsi itu bahwa perpustakaan sebagai makhluk hidup,pasti tidak akan luput dari perubahan pekembangan zaman sepanjang perjalanan sejarah umat manusia serta perkembangan peradaban sebagai ekosistem yang mempengaruhi eksistensi perpustakaan. Pendit (2009), seorang doktor di bidang perpustakaan dan informasi, mencatat bahwa perpustakaan adalah institusi yang terus mengalami perubahan, adaptif dengan perkembangan teknologi, kendati relatif tidak mengalami banyak perubahan tradisi aktivitas pokoknya sebagai penghimpun, penyimpan serta penyedia rekaman pengetahuan. Sejarah telah mencatat bahwa berdirinya institusi perpustakaan sejak aksara diguratkan di atas lempengan tanah lempung hingga ke tablet elektrik, adalah bukti bahwa daya adaptabilitas insitusi perpustakaan sangat tinggi. Rumusan di atas tersebut merupakan deskripsi evolusi Darwinian dalam konteks perpustakaan sebagai makhluk hidup dalam perspektif hukum Ranganathan.

            Kendati daya adaptabilitas perpustakaan telah terbukti selama berabad-abad, Barner ( 2011) memperingatkan bahwa pada saat ini perpustakaan tengah menghadapi  tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan era tahun sebelumnya. Seleksi alam pada masa kini  bagi perpustakaan dipicu oleh revolusi teknologi komputer dan jaringan sebagai insfrastruktur lingkungan digital. Dilihat dari alur kerjanya, perkembangan dunia perpustakaan, dari segi data dan dokumen yang disimpan, diawali dari perpustakaan tradisional yang hanya terdiri atas kumpulan koleksi buku tanpa kartu katalog. Kemudian muncul perpustakaan semi modern yang menggunakan katalo (indeks). Perkembangan berikutnya adalah munculnya perpustakaan digital (digital library) yang memiliki keunggulan dalam akselerasi pengaksesan karena berorientasi  pada data gigital dan media jaringan komputer (internet). Pada sisi lain, dari segi manajemen (teknik pengelolaan), dengan semakin kompleksnya koleksi perpustakaan, pada saat ini muncul kebutuhan akan penggunaan teknologi informasi  untuk otomatisasi proses bisnis di perpustakaan. Sistem yang dikembangkan kemudian terkenal dengan sebutan system otomasi perpustakaan.

            Otomatisasi  perpustakaan  sekarang ini sudah menjadi suatu tuntutan sejalan dengan semakin berkembangnya teknologi komunikasi/informasi dan tuntutan pemustaka. Jika dicermati, pada asasinya perkembngan tersebut merupakan manifestasi  daripada keinginan pemustaka  dalam memperoleh informasi yang lebih cepat dan komprehensif  untuk memperlancar  kegiatannya. Oleh karena itu, apabila perpustakaan  tidak ingin ditinggalkan  oleh pemustakanya, mau tidak mau perpustakaan wajib meningkatkan kemampuan  layanan terbaiknya dari segi sumber daya manusia  maupun insfrastrukturnya. Untuk menjawab tantangan tersebut hadirnya perpustakaan digital merupakan salah satu aspek dalam kegiatan otomasi perpustakaan secara keseluruhan untuk memenuhi keinginan para pemustaka. Ada beberap istilah yang berkaitan dengan perkembangan media informasi dalam perpustakaan, yaitu perpustakaan tradisional, pepustakaan hybrid, perpustakaan digital,  dan perpustakaan virtual (maya). Istilah tersebut muncul akibat masuknya TIK(Teknologi informasi dan komunikasi) ke dalam dunia manajemen perpustakaan.

            Era informasi pada hakikatnya tidak terlepas dari peran teknologi yang cukup dominan di segala aspek kehidupan.Teknologi menjadi penting  diaplikasikan untuk mencapai efektivitas dan efesiensi. Teknologi informasi telah mengubah aktivtias lebih cepat, akurat, dan fleksibel. Perpustakaan sebagai produsen informasi sangat memungkinkan  untuk memanfaatkan teknologi. Teknologi yang digunakan tentunya berkaitan mengenai bagaimana informasi itu diciptakan, dikelola, dan didistribusikan. Sudah tidak eranya lagi perpustakaan menunggu pemustaka datang. Kreaktivitas dan inovasi perlu selalu ditonjolkan dalam menjemput pemustaka. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi, perpustakaan akan lebih memberikan kepuasan kepada pemustaka  dan akan lebih dikenal oleh masyarakat.

            Pada saat ini fenomena  electronic book (e-book) atau buku elektronik  sudah mulai populer di kalangan masyarakat dan menjadi sesuatu yang perlu direspon oleh dunia perpustakaan. E-book tersebut tidak  terlepas dari pengaruh tekonologi informasi.Dengan hadirnya teknologi akan dapat mengubah sesuatu menjadi lebih mudah. Dengan ditopang ole teknologi yang canggih, perkembangan e-book akan semakin sempurna. Sangat memungkinkan e-book berkembang cepat dengan tersedianya fasilitas audivisual, 3-dimensi bahkan film.

 

B. Sejarah Perpustakaan Singkat Digital

1. Sebelum Tahun 1960

  Pada era tersebut masih dikenal dengan sebutan perpustakaan tradisional, yaitu perpustakaan yang dikelola secara manual.

2. Pertengahan Tahun 1960-1988

     Pada masa tersebut sudah munculnya adanya perkembangan teknologi informasi dan jaringan yang dapat mengolahdokumen menjadi lebih mudah dan efesien dengan menggunakan perangkat lunak (soft ware) pengolah data. Perpustakaan masih berkembang semi modern dengan menggunakan katalog indeks.

3. Tahun 1990

Pada era ini sudah berkembang adanya teknologi internet  yang mampu mengakses informasi dengan cepat. Katalog sudah mengalami metamomfosis menjadi katalog elektronik yang lebih mudah dan lebih cepat  dalampencarian kembali koleksi yang disimpan di perpustakaan.

4. Tahun 1991

Pada era ini ditandai adanya Proyek TULIP (The University Licensing Project), bekerja sama dengan beberapa universitas di Amerika dengan perusahaan Elsevier Science, meneliti system pengumpulan dan penyimpanan data  serta teknik pengaksesan perpustakaan digital.

5. September 1995

Pada masa ini merupakan lanjutan penelitian proyek TULIP dengan proyek lanjutan  yang diberi nama Proyek NSF/ARPA/NASA. Kemudia istilah perpustakaan digital  digunakan untuk pertama kalinya dalam bidang pengdigitalan  dokuemen dan pembangunan system untuk dokumen digital.

 

C. Pengertian Perpustakaan Digital

            Dalam bahasa Inggris perpustakaan digital disebut digital library atau electronic library atau virtual library merupakan perpustakaan yang mempunyai koleksi buku sebagian besar dalam format digital dan yang dapat diakses dengan komputer. Perpustakaan digital tentu sangat berbeda dengan jenis perpustakaan konvensional yang berupa kumpulan buku tercetak, film mikro, (microform dan microfiche), atau pun kumpulan kaset audio, video, dan sejenisnya. Sementara koleksi perpustakaan digital berada dalam suatu computer server, yang dapat ditempatkan secara lokal, maupun di lokasi jauh , namun dapt diakses dengan cepat dan mudah lewat jaringan komputer. Perpustakaan digital merupakan bagian sebuah jaringan kerja (network), di mana secara teoritis pemustaka dapat memperoleh salinan digital sebuah dokumen  dari mana pun juga, asal saja tidak ada kendala keamanan, politik, ekonomi, dan sosial. Jika lebih disingkatkan lagi perpustakaan digital adalah adalah bentuk  perpustakaan yang keseluruhan koleksinya menggunakan format digital yang disusun dalam sebuah arsitektur komputer .

            Penggunaan perpuspustakaan digital biasanya menggunakan WWW (World Wide Web), yang dihubungkan dengan internet sebagai media penyalur informasi utama.WWW ini memiliki banyak kelebihan yang didukung berbagai macam protokol komunikasi. Sebagai contoh, dalam penelusuran : HTPP istilah perpustakaan digital tidak mudah didefinisikan  ketika sejumlah ilmuwan dan  kalangan profesional mengajukan definsi pada aspek yang berbeda dengan  bersandar pada sudut pandang dan setting keilmuan mereka masing-masing. Persoalan ini diakui oleh Haigh yang menyatakan “there is not one single definition of what digital library is”, yang artinya tidak ada sebuah definisi tunggal mengenai apa sesungguhnya yang dimaksud dengan perpustakaan digital. Begitu juga Cool mengatakan “there is no single agree upon definition of what constitutes a digital library”, yang berarti tidak ditemukan satu pun definisi yang dapat disepakati apa sebenarnya sebuah perpustakaan digital.

            Pernyataan tersebut seperti simalakama antara ayam dan telur, mana duluan, ayam atau telur. Akan tetapi, definisi di atas tentang apa itu perpustakaan digital sejalan dengan yang didefinisikan oleh William Arms yang menyatakan bahwa perpustakaan digital adalah sekumpulan informasi yang disimpan dalam format digital  dan dapat diakses lewat jaringat internet.

D. Keunggulan Perpustakaan Digital

            Ada beberapa keunggulan Perpustakaan Digital, di antaranya :

  1. Long Distance Service

Perpustakaan menyajikan koleksi atau materi yang bersifat digital memberikan suatu kemudahan akses jarak jauh.

  1. Akses yang Mudah

Pemanfatan tekonologi digital memberikan keleluasan bagi pencari informasi karena mereka dapat melakukanberbagai metode penelusuran informasi yang dicarinya.

  1. Murah

Tidak dipungkiri pada awal mulanya untuk membuat perpustakaan digital membutuhkan biaya yang cukup besar karena membutuhkan pengadaan dan insfrastruktur yang cukup mahal. Akan tetapi, kemudahan akses dan keunggulan jasa yang diberikan kepada pemustaka sangat tinggi dibandingkan dengan koleksi lainnya.

  1. Pemeliharaan Koleksi Secara Digital

Penyimpanan koleksi dalam bentuk digital sangat efektif dan efisien karena perpustakaan digital memiliki peluang yang cukup besar untuk memiliki dan menyimpan berjuta-juta informasi tanpa kekawatiran akan kekurangan tempat. Selain itu pelestarian koleksi berupa digitalsangat mudah dilakukan karena penggandaannya sangat praktis dan tidak membutuhkan banyak biaya dan waktu.

  1. Jawaban yang Tuntas

Pada perpustakaan digital setiap pengaduan atau pertanyaan para pemustaka akan langsung dijawab oleh system yang digunakan dalam digital library.

6.Jaringan Global

Pada perpustakaan digial salah bentuk jaringan global adalah pemanfaatan akses internet. Pemustaka dapat melakukan penelusuran dan komunikasi jarak jauh dalam rangka untuk mendapatkan informasi yang dicari.

 

E. Penutup

     Artikel ini ditulis secara singkat, akan tetapi, mudaha-mudahan tidak mengurangi esensi ketika pemustaka membaca artikel ini. Sejarah tentang perkembangan perpustakaan gigital memang sangat panjang, tetapi karena keterbatasan waktu dan referensi, artikel yang disajikan cukup singkat dan sederhana. Mudah-mudahan bermafaat. Amin.

Dinas Perpustakaan dan Arsip
Provinsi Sumatera Utara